Pelopor penyelaman Prancis, Jacques Cousteau, menyebutnya l'ivresse des grandes profondeurs, atau mabuk kedalaman. Julukan ini sampai sekarang melekat. Namun, apakah penyelam benar-benar bisa mabuk hanya karena menghirup udara biasa? Mari kita bahas dengan tenang dan berdasarkan fakta.

Artikel ini adalah lanjutan dalam seri fisika diving, setelah Fisika Diving untuk Pemula: 6 Prinsip Sederhana agar Menyelam Lebih Aman dan Percaya Diri, Kenapa Nitrogen Bisa Jadi Masalah? Memahami Hukum Henry dengan Contoh Botol Soda, dan Tabung Selam Panas di Mobil, Dingin di Laut: Hukum Charles Dijelaskan Sederhana. Untuk memahami angka-angkanya, ingatan akan Hukum Dalton akan sangat membantu.

Teka-teki pembuka: mengapa penyelam yang sedang terpengaruh narkosis nitrogen sering merasa dirinya baik-baik saja, bahkan merasa lebih percaya diri dari biasanya? Simpan tebakan Anda, jawabannya ada di akhir artikel.

Apa itu narkosis nitrogen?

Narkosis nitrogen adalah perubahan fungsi sistem saraf yang muncul ketika penyelam menghirup nitrogen pada tekanan parsial tinggi. Efeknya mirip dengan efek gas anestesi ringan: pikiran melambat, suasana hati berubah, dan koordinasi menurun.

Penyebab persisnya belum sepenuhnya dipahami para ilmuwan. Dugaan yang paling umum adalah bahwa gas nitrogen yang terlarut dalam jumlah besar mengganggu cara sel-sel saraf menghantarkan sinyal. Yang jelas dan sudah terbukti: semakin dalam, semakin kuat efeknya, dan efek itu hilang dengan cepat ketika tekanan berubah turun atau ke kedalaman lebih dangkal.

Ingat juga bahwa narkosis tidak berarti nitrogen berbahaya. Seperti dibahas di artikel Hukum Henry, nitrogen aman dihirup di permukaan. Narkosis hanya muncul ketika tekanannya tinggi.

Mengapa terjadi? Peran Hukum Dalton

Udara mengandung sekitar 78% nitrogen. Menurut Hukum Dalton, tekanan parsial nitrogen naik seiring tekanan total. Semakin dalam, semakin besar dorongan gas nitrogen ke sistem saraf kita.

KedalamanTekanan parsial nitrogen
(kira-kira)
Gambaran umum efek
10 m1,56 atmTidak terasa
20 m2,34 atmUmumnya tidak terasa, pada sebagian orang sangat ringan
30 m3,12 atmMulai terasa pada beberapa penyelam
40 m3,90 atmTerasa bagi lebih banyak penyelam

Kolom terakhir hanyalah gambaran umum. Kepekaan tiap orang berbeda, bahkan pada orang yang sama efeknya bisa berbeda dari satu hari ke hari lain. Karena itu, batas kedalaman tiap jenjang sertifikasi dirancang untuk margin keamanan penyelaman : penyelam Open Water dibatasi sampai 18 meter, Advanced Open Water sampai 30 meter, sehingga untuk batas penyelaman rekreasi secara umum adalah 40 meter.

Seperti apa rasanya?

Gejalanya bisa halus sehingga sulit dikenali. Beberapa yang umum dilaporkan:

  • Rasa gembira atau euforia yang tidak wajar, atau sebaliknya, cemas tanpa sebab.
  • Pikiran melambat, sulit berhitung atau mengingat rencana penyelaman.
  • Penilaian yang buruk dan terlalu percaya diri.
  • Fokus menyempit, misalnya terpaku pada satu objek dan lupa memeriksa gauge.
  • Koordinasi dan keterampilan motorik menurun.
  • Pada kedalaman lebih ekstrem, rasa kantuk, gangguan penglihatan, hingga halusinasi.

Penyelam yang terpengaruh sering tidak menyadari, buddy yang akan tahu perubahan perilakunya. Keterampilan yang paling terganggu justru kemampuan menilai kondisi diri sendiri.

Aturan satu martini per 10 meter

Sebagian penyelam mengenal kelakar bahwa setiap 10 meter kedalaman setara dengan satu gelas martini. Kelakar ini membantu memberi gambaran bahwa efeknya bertambah bertahap seiring kedalaman, tetapi ia bukan aturan ilmiah. Efek narkosis berbeda-beda pada tiap orang, dan perbandingan dengan alkohol hanya kiasan. Kemampuan tiap orang dalam kondisi fisik yang tidak sama dalam waktu yang berbeda jangan dijadikan patokan keamanan kepada orang lain atau kondisi dan waktu yang berbeda. Bisa jadi hari ini aman tapi dilain hari bisa tidak aman. Pada Kursus diving tingkat pemula PADI Open Water akan mempelajari lebih detail chat me. 

Siapa yang lebih rentan dan apa pemicunya?

Kedalaman adalah faktor utama, tetapi beberapa kondisi membuat efeknya lebih terasa:

  • Kedinginan dan kelelahan. Tubuh yang tertekan lebih mudah terpengaruh.
  • Cemas atau panik. Kecemasan memperburuk gejala dan menimbulkan lingkaran setan.
  • Penumpukan karbondioksida. Napas pendek dan terlalu cepat, kerja fisik berat, atau teknik bernapas yang buruk dapat meningkatkan kadar karbondioksida dan mempercepat efek narkosis.
  • Alkohol dan kondisi setelah bergadang atau mabuk. Selain tidak aman untuk diving, ini menambah beban pada sistem saraf.
  • Turun terlalu cepat. Tubuh tidak diberi waktu menyesuaikan diri.
  • Pengalaman. Penyelam berpengalaman kadang terbiasa dengan sensasinya sehingga merasa tidak terganggu. Namun yang berkurang hanyalah rasa subjektifnya. Penurunan kinerja mental tetap terjadi, jadi kebiasaan ini justru berbahaya.

Narkosis nitrogen vs penyakit dekompresi

Keduanya sama-sama berhubungan dengan nitrogen, sehingga mudah tertukar. Padahal sifatnya berbeda.

AspekNarkosis nitrogenPenyakit dekompresi
Penyebab utamaTekanan parsial nitrogen yang tinggi saat berada di kedalamanGelembung nitrogen yang terbentuk karena naik terlalu cepat
Waktu munculSaat berada di kedalamanSesudah menyelam, biasanya dalam beberapa jam
Bila tekanan turunGejala hilang cepatGejala bisa menetap dan perlu penanganan medis
Fokus pencegahanBatas kedalaman, kondisi tubuh, pengelolaan emosiBatas waktu, kecepatan naik, safety stop

Singkatnya, narkosis adalah soal seberapa dalam, sedangkan penyakit dekompresi adalah soal seberapa cepat naik.

Cara mencegah dan menyikapinya

1. Patuhi batas kedalaman sesuai sertifikasi. Batas ini bukan basa-basi. Di kedalaman yang melebihi pelatihan Anda, memberikan risiko narkosis dengan risiko lain seperti konsumsi udara yang cepat dan waktu NDL yang singkat. Jika kurang pengalaman tentu akan beresiko dari langkah yang anda ambil. Untuk informasi kursus lanjutan silahkan chat me.

2. Atur alarm kedalaman pada dive computer. kontur wall coral dan lokasi penyelaman shipwreck (bangkai kapal) sering mengundang penyelam turun lebih dalam tanpa sadar. Alarm divecomp di atur sesuai batasan lisensi penyelaman akan membantu memberi peringatan sebelum Anda melewati batas tersebut.

3. Turun perlahan dan tetap rileks. Gunakan tali turun atau acuan lain jika kondisi visibility keruh, perhatikan napas tetap tenang, dan jangan memaksakan diri jika sudah merasa tidak nyaman, lakukan prosedur naik normal perlahan-lahan dan lakukan safety stop sebelum lanjut naik kepermukaan.

4. Selalu menyelam bersama buddy. Karena resiko nitrogen narkosis adalah penyelam sulit menilai kondisinya sendiri, buddy adalah penjaga terbaik. Perhatikan tanda-tanda seperti respons lambat, perilaku tidak biasa, atau mengabaikan gauge. Sering saling berkomunikasi dan jarak dekat ketika melakukan deep diving. 

5. Jika merasa terpengaruh, naik beberapa meter. Beri tahu buddy lewat sinyal tangan, lalu naik perlahan ke kedalaman yang lebih dangkal sampai pikiran terasa jernih kembali. Jangan naik terburu-buru, karena itu menimbulkan risiko lain.

6. Jaga kondisi tubuh. Cukup tidur, hindari alkohol sebelum menyelam, tetap hangat, dan bernapaslah dengan tenang dan dalam.

7. Pahami apa yang tidak mengurangi narkosis. Campuran Nitrox tidak mengurangi efek narkosis, sebab oksigen pun diperkirakan bersifat narkotik. Penyelaman teknis yang lebih dalam biasanya memakai campuran gas berisi helium (trimix), yang jauh kurang narkotik, dan itu memerlukan pelatihan khusus.

Tiga kesalahpahaman tentang narkosis nitrogen

  1. Kalau saya merasa baik-baik saja di kedalaman, berarti saya tidak terpengaruh. Justru sebaliknya: narkosis menurunkan kemampuan menilai diri sendiri. Penyelam lain yang menilai anda.
  2. Penyelam berpengalaman kebal terhadap narkosis. Pengalaman dapat menumpulkan rasa mawas diri, tetapi kinerja mental tetap menurun. Jangan terlalu percaya diri terhadap pengalaman penyelaman. Kesadaran atas batas kemampuan adalah sangat penting. Buddy selam belum tentu dalam kondisi lebih aman dari kita. Keputusan menyelam dalam batas aman adalah yang terbaik.
  3. Narkosis itu berbahaya karena merusak otak. Efeknya umumnya hilang cepat saat penyelam naik ke lebih dangkal. Bahayanya terletak pada salah keputusan yang diambil saat terpengaruh seperti terus turun lebih dalam atau melepas regulator dsbnya, bukan kerusakan permanen pada otak.

Jawaban teka-teki

Penyelam yang terpengaruh narkosis sering merasa baik-baik saja karena bagian otak yang menilai kondisi diri ikut terganggu. Itu sebabnya penilaian dari buddy, alarm di dive computer, dan batas kedalaman yang disepakati sebelum menyelam jauh lebih penting dan bisa diandalkan daripada perasaan pribadi di dalam air.

Topik berikutnya kembali ke hal yang paling mendasar dalam diving: Satu Aturan Emas Diving: Jangan Pernah Menahan Napas. Ini Alasannya.

Ringkasan

  • Narkosis nitrogen adalah perubahan fungsi saraf akibat tekanan parsial nitrogen yang tinggi di kedalaman.
  • Efeknya bertambah seiring kedalaman, umumnya mulai terasa sekitar 30 meter, dan hilang cepat setelah naik.
  • Gejalanya antara lain euforia, pikiran melambat, penilaian buruk, dan koordinasi menurun.
  • Penyelam sulit menyadarinya sendiri, sehingga buddy dan alarm kedalaman sangat penting.
  • Pencegahannya: patuhi batas kedalaman, turun perlahan, tetap rileks, dan jaga kondisi tubuh.
  • Narkosis adalah soal seberapa dalam. Penyakit dekompresi adalah soal seberapa cepat naik.

Summary for international visitors

Nitrogen narcosis is a temporary change in nervous system function caused by breathing nitrogen at high partial pressure. It is often compared to being slightly intoxicated: judgment and coordination decline, and divers may feel overconfident. Effects generally start to appear around 30 meters, vary from person to person, and disappear quickly when you ascend a few meters. Stay within your certification depth limit, set a depth alarm on your dive computer, dive with a buddy, and stay relaxed and well rested. If you are visiting Surabaya and would like to learn or refresh your diving knowledge, message us on WhatsApp chat me.

Catatan: angka dan pedoman di atas bersifat umum untuk tujuan edukasi, merujuk pada materi PADI Open Water Diver dan literatur kedokteran selam. Respons tiap orang terhadap narkosis berbeda. Selalu ikuti instruksi instruktur dan dive computer Anda, serta konsultasikan kondisi kesehatan pribadi dengan dokter sebelum menyelam.


📲 Hubungi kami via WhatsApp: [Chat me]
📍 Kunjungi kami: [Office]
🌐 Lihat program kursus: [Klik disini]



#BeDiver
Twitter Follow us @ScubaSby
Facebook Page Belajar Diving Surabaya 
Instagram @ScubaDivingSurabaya

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :