Banyak orang ingin mencoba diving tetapi mengurungkan niat karena satu pertanyaan: “Apakah kondisi saya memungkinkan?” Ada yang takut air, memakai kacamata, berhijab, punya asma, bahkan pernah menjalani pemasangan ring jantung.

Di artikel ini kami menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering kami terima dari calon peserta pemula. Sebagian besar kekhawatiran ternyata punya solusi. Untuk kondisi medis tertentu, jawabannya harus datang dari dokter terlebih dahulu.


1. Saya Takut Air. Apakah Masih Bisa Belajar Diving?

Bisa, dan Anda tidak sendirian. Rasa takut atau cemas di air sangat umum, terutama pada orang dewasa yang belum terbiasa. Banyak penyelam bersertifikat awalnya merasakan hal yang sama.

Beberapa hal yang membantu:

  • Mulai dari kolam yang dangkal dan tenang. Anda tidak langsung dibawa ke laut atau kedalaman.
  • Belajar bertahap. Instruktur memperkenalkan peralatan dan teknik napas satu per satu, mengikuti kecepatan Anda. Proses belajar tidak dikejar waktu.
  • Program Discover Scuba Diving (DSD). Ini cara aman untuk mencoba tanpa komitmen mengikuti kursus penuh.
  • Pendampingan satu per satu. Instruktur selalu berada di dekat Anda.

Perlu dibedakan antara cemas ringan dan fobia berat. Jika rasa takut Anda sangat kuat, sampai panik saat wajah menyentuh air, sampaikan kepada instruktur sejak awal. Kami akan menyesuaikan pendekatannya, dan Anda boleh berhenti kapan saja tanpa tekanan.

Tips: biasakan wajah di dalam air saat mandi atau berenang, dan latih bernapas pelan dan dalam sebelum hari latihan.

2. Saya Berkacamata Tebal. Apakah Bisa Diving?

Bisa. Kacamata biasa memang tidak bisa dipakai di bawah masker selam, tetapi ada beberapa solusinya:

  • Lensa kontak lunak (soft lens). Umumnya aman dipakai di bawah masker. Bawa cairan pembersih dan lensa cadangan, dan hindari mengucek mata saat di dalam air.
  • Masker dengan lensa minus. Lensa minus bisa dipasang pada masker selam sesuai ukuran mata Anda. Tanyakan ketersediaannya kepada kami sebelum jadwal.
  • Lensa tempel pada masker. Ini pilihan yang lebih terjangkau untuk minus ringan hingga sedang.

Bagi yang pernah menjalani operasi mata seperti LASIK, konsultasikan dulu kepada dokter mata mengenai waktu pemulihan sebelum menyelam.

3. Saya Berhijab. Apakah Bisa Diving?

Boleh. Banyak muslimah yang menjadi penyelam bersertifikat. Diving tidak mengharuskan Anda melepas hijab, tetapi perlu pemilihan perlengkapan yang tepat demi keselamatan dan kenyamanan:

  • Gunakan hijab selam atau hood neoprene yang pas di kepala dan leher. Kain longgar bisa tersangkut peralatan atau menghalangi pandangan.
  • Pastikan tepi masker menempel langsung ke kulit wajah. Kain di bawah karet masker dapat menyebabkan masker bocor.
  • Pakai wetsuit lengan dan celana panjang agar tubuh tertutup dan tetap hangat.
  • Pastikan regulator (alat napas) dapat dipasang dan dilepas dengan mudah.

Peserta juga bisa menyesuaikan kebutuhan privasi, misalnya dengan jadwal atau instruktur tertentu. Sampaikan kebutuhan Anda saat mendaftar agar kami bisa mempersiapkannya.

4. Saya Punya Asma. Apakah Boleh Diving?

Jawabannya tergantung kondisi Anda, dan wajib dinilai oleh dokter lebih dulu.

Asma menjadi perhatian khusus dalam diving karena saluran napas yang menyempit dapat membuat udara terperangkap di paru-paru saat tekanan berubah. Pada kondisi tertentu, ini berisiko menyebabkan cedera paru-paru. 

Untuk segala kondisi yang berkaitan dengan medis diperlukan mengisi formulir Diver Medical Questionnare/formulir riwayat kesehatan bisa anda dapatkan PDF secara free melalui whatsapp admin di akhir artikel ini.   

Yang perlu Anda ketahui:

  • Setiap calon peserta mengisi formulir riwayat kesehatan. Bila Anda menjawab “ya” pada pertanyaan tentang asma, Anda memerlukan surat izin dari dokter sebelum menyelam.
  • Asma tidak otomatis berarti tidak boleh diving. Pada sebagian orang, asma yang terkontrol baik dan jarang kambuh bisa dinilai layak oleh dokter.
  • Kondisi yang lebih berisiko, seperti asma yang sering kambuh, dipicu olahraga atau udara dingin, atau baru-baru ini mengalami serangan, biasanya membuat dokter tidak merekomendasikan diving.
  • Sebaiknya periksakan diri ke dokter paru atau dokter yang paham kedokteran selam, dan bawa informasi tentang jenis kegiatan yang akan Anda lakukan.

Jangan menyembunyikan riwayat asma demi bisa ikut kursus. Itu membahayakan keselamatan Anda sendiri. Jika dokter belum mengizinkan, kami tetap bisa membantu Anda mencari aktivitas air lain yang lebih aman, seperti snorkeling di perairan dangkal, sesuai saran dokter.

5. Saya Pernah Pasang Ring Jantung. Apakah Masih Bisa Diving?

Ini kondisi serius yang tidak bisa diputuskan oleh kami maupun peserta sendiri. Keputusan ada pada dokter jantung (kardiolog), idealnya bekerja sama dengan dokter kedokteran selam.

Mengapa harus berhati-hati? Diving menuntut tenaga fisik, bisa memicu stres, dan terjadi di lingkungan yang jauh dari bantuan medis cepat. Jantung bekerja lebih berat saat menyelam, apalagi bila arus kuat atau harus berenang naik ke permukaan dengan cepat.

Yang perlu Anda siapkan:

  • Konsultasikan kepada kardiolog dan sampaikan secara jelas bahwa Anda ingin melakukan scuba diving, bukan sekadar “olahraga renang”.
  • Dokter biasanya akan menilai kondisi jantung Anda saat ini, kemampuan tubuh menahan aktivitas fisik, obat-obatan yang Anda konsumsi, dan risiko komplikasi.
  • Bawa surat izin tertulis dari dokter saat mendaftar. Tanpa surat tersebut, kami tidak dapat menerima Anda sebagai peserta.

Perlu diketahui, sebagian orang dengan riwayat ring jantung dinyatakan belum layak atau tidak layak untuk diving. Jika itu hasilnya, kami berharap Anda dapat menerimanya, karena keselamatan Anda adalah prioritas utama. Anda masih bisa menikmati laut lewat aktivitas lain yang lebih ringan atas persetujuan dokter.

Siap Konsultasi Sebelum Mendaftar?

Apa pun kondisi Anda, langkah paling aman adalah bertanya terlebih dahulu. Ceritakan kondisi Anda kepada kami, dan kami akan membantu menjelaskan persyaratan serta program yang paling sesuai. Untuk kondisi medis, kami akan menyarankan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum jadwal ditetapkan.

Belum yakin sama sekali? Coba Try Scuba atau Discover Scuba Diving sebagai langkah pertama yang santai.

Disclaimer Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis. Untuk kondisi kesehatan tertentu, selalu konsultasikan dengan dokter.


📲 Hubungi kami via WhatsApp: [Chat me]
📍 Kunjungi kami: [Office]
🌐 Lihat program kursus: [Klik disini]


#BeDiver
Twitter Follow us @ScubaSby
Facebook Page Belajar Diving Surabaya 
Instagram @ScubaDivingSurabaya

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :