Ide menyelam di reruntuhan bisa memunculkan berbagai pemikiran tentang bagaimana kondisi lingkungan yang dihadapi penyelam. Di dalam pikiran beberapa orang mungkin akan terpikir sebuah kondisi gelap dan misterius, tetapi bisa juga tergambar situasi yang menginspirasi, mendidik serta menyenangkan.


Jenis-jenis reruntuhan : 
- Perahu dan kapal
Kecelakaan perahu dan kapal dalam sejarah berjumlah paling banyak. Perahu dan kapal tersebut kebanyakan memang terjadi karena murni kecelakan, tetapi sekarang bukan rahasia lagi banyak angkatan laut dari beberapa negara sengaja menenggelamkan kapal-kapal yang rusak dengan tujuan sebagai tempat fun-diving. Ada berbagai jenis kapal yang bisa dijelajahi, dari kapal bajak laut yang berumur 400 tahun sampai kapal perang angkatan laut modern. Reruntuhan kapal bisa juga berperan sebagai terumbu karang buatan yang menarik, dan menambah keragaman bawah laut yang luar biasa.



- Kapal selam
Kapal selam jarang sekali bisa ditemukan oleh para penyelam, hal ini membuat kapal selam dikelilingi oleh aura mistis. Kapal selam biasanya tidak mudah diakses karena terbatasnya ruangan serta berada di kedalam air yang sulit dijangkau oleh para penyelam.

- Pesawat terbang
Pesawat terbang merupakan salah satu reruntuhan yang biasa digunakan sebagai tempat menyelam, terutama pesawat tempur yang berasal dari Perang Dunia II. Reruntuhann Truk Lagoon di Micronesia yang terletak di Pasifik Selatan merupakan tempat menyelam yang paling terkenal dunia.

- Mobil
Mobil merupakan jenis reruntuhan yang tidak seberapa umum dalam dunia wreck-diving, tetapi sering ditemukan di danau, sungai serta tambang. Mobil dan sepeda motor terkadang juga bisa ditemukan di dalam reruntuhan perahu dan kapal.

Bahaya Wreck-diving

Kursus diving hampir semuanya menawarkan pelatihan dasar wreck-diving, kursus ini akan mengajarkan semua yang anda butuhkan untuk memahami wreck-diving. Anda akan belajar bagaimana merencanakan dan melakukan penetrasi menyelam di reruntuhan dengan aman. Kursus diving ini biasanya mengajarkan teori dan praktek selama 2 sampai 3 hari. Pelatihan teori meliputi peraturan yang terkait dengan wreck-diving, pelatihan keselamatan serta perencanaan wreck-diving.

Pelatihan secara praktek biasanya berjumlah empat kali penyelaman. Penyelaman non-penetrasi merupakan awal dari serangkain pelatihan ini, berisi tentang praktek memeriksa dan memetakan kecelakan. penyelaman penetrasi dilakukan kemudian setelah membuat rencana penyelaman yang dibuat sebelumnya. Pelatihan kursus diving memiliki program wreck diving tingkat lanjut seperti bagaimana melakukan penetrasi jauh di kedalaman.

2/3 bagian bumi adalah air, bayangkan berapa banyak reruntuhan yang masih belum pernah dijamah oleh manusia. Anda seorang penyelam handal dan ingin mencoba menjadi pemburu harta karun?. Potensi memburu harta karun masih terbuka lebar bagi Anda, hubungi kursus diving surabaya untuk mendapat informasi lebih jauh tentang wreck-diving, dan segera rasakan sensasi menyusuri misteriusnya reruntuhan dibawah air.



Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :