Minggu, 30 Oktober 2011

Udara Yang Digunakan Untuk Bernafas Ketika Diving

Banyak orang berpikir, bahwa para scuba diver bernapas dengan gas oksigen murni yang disimpan dalam tabung scuba. Meskipun tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, namun sebenarnya gas oksigen murni di bawah tekanan tinggi dapat berubah menjadi racun. Oleh karena itu scuba tank berisi udara normal yang dikompresi.

Udara terdiri dari 78,084% nitrogen, 20,946% oksigen dan 1% gas-gas lain yang tidak memiliki efek. Itulah alasannya banyak instruktur menjelaskan komposisi udara dengan angka yang mudah diingat yaitu 79% nitrogen dan 21% oksigen. Nitrogen adalah gas paling berlimpah di atmosfer, tetapi tidak digunakan oleh sistem pernafasan manusia, namun gas nitrogen inilah yang dapat menyebabkan masalah serius dan meningkatkan resiko penyelaman.

Nitrogen di bawah tekanan tinggi dapat mempengaruhi sistem saraf kita, pada kedalaman lebih besar (30 sampai 40 meters/100 dengan 133 kaki) akan menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai pembiusan nitrogen. Efek ini sama seperti ketika kita berada di bawah pengaruh alkohol (kehilangan kemampuan membuat keputusan, hilangnya fokus, penilaian gangguan, multi tasking dan koordinasi). Cara paling mudah untuk menghindari pembiusan nitrogen dan resiko menyelam lainnya adalah membatasi kedalaman penyelaman. Jika narkosis tidak terjadi saat dikedalaman, efek tidak sadar juga bisa muncul seketika diatas permukaan air. Selain efek tidak sadar, nitrogen juga membawa masalah lain yang menambah resiko menyelam yaitu menumpuk pada jaringan tubuh yang diakibatkan karena larutnya nitrogen akibat meningkatnya tekanan udara pada batas normal biasanya disebut dengan penyakit dekompresi.

Gejala paling umum penyakit dekompresi yaitu rasa nyeri (dibawah kulit, tungkai, persendian), mati rasa, pusing, tubuh melemah dan tiba-tiba tubuh terasa kelelahan. Pertolongan pertama untuk penyelam yang terkena dekompresi adalah memberikan bantuan pernafasan dengan oksigen kemudian dilakukan tindakan penyembuhan dengan memasukan pasien pada ruangan decompression chamber sehingga dapat mengurangi atau mencegah cedera permanen. Salah satu Rumah Sakit di Surabaya yang memiliki ruang decompression chamber adalah RSAL. Dr. Ramelan.

Untuk menghindari penyakit dekompresi, diver harus mengurangi tekanan udara pada tubuh secara perlahan-lahan saat naik kepermukaan. Hal ini akan memungkinkan gas yang terperangkap dalam aliran darah dapat keluar secara bertahap dan perlahan-lahan. Mengetahui batas waktu untuk kedalaman penyelaman serta kedalaman dan waktu berada pada posisi service stop dan dekompresi stop akan menghindari penyakit dekompresi. Hal ini akan lebih mudah direncanakan dengan bantuan dive table atau saat ini populer dengan alat yang disebut sebagai dive comp.

Gas Campuran


Seperti yang anda lihat saat melakukan scuba diving, penyelaman dengan batas waktu dan kedalaman dikarenakan nitrogen. Teknologi baru telah berhasil memperluas batas-batas tersebut. Bagi penyelam yang melebihi 40 meters/132 kaki dan bagi para penyelam yang perlu menghabiskan banyak waktu di bawah air dapat dilakukan dengan menggunakan pelatihan khusus, peralatan khusus dan campuran gas yang berbeda. Campuran gas yang berbeda dapat berguna untuk memperpanjang bottom time dan mengurangi efek pembiusan gas, dan mengurangi waktu dekompresi.

Campuran gas yang paling umum digunakan adalah Enriched Air Nitrox, yaitu udara dengan tambahan oksigen komposisinya menjadi 32% atau 36% oksigen (disebut EAN32 dan EAN36, atau Nitrox32 dan Nitrox36, atau Nitrox I dan II Nitrox). komposisi ini menyebabkan berkurangnya kadar nitrogen yang akan mengurangi risiko menyelam dan yang lebih penting lagi untuk menghindari penyakit dekompresi. Penyelaman menggunakan Nitrox hanya diperlukan bila kondisi penyelaman memerlukan lebih banyak waktu di kedalaman lebih dari 40 meter / 132 kaki, dan juga membutuhkan bottom time diatas normal.

Campuran oksigen dengan helium juga mengurangi persentase nitrogen dikenal dengan Trimix. Kepadatan rendah helium mengurangi resistensi bernafas di kedalaman sehingga memungkinkan untuk bernapas dengan aman pada penyelaman yang dalam (lebih dari 40 meter/132 kaki). Sebagai contoh komposisi Trimix yaitu campuran "Trimix 10/70" yang terdiri dari 10% oksigen, 70% helium dan 20% nitrogen cocok untuk penyelaman pada kedalaman 100 meter / 330 kaki, tetapi tidak dapat digunakan dengan aman pada kedalaman dangkal. Heliox, campuran oksigen 21% dan 79% helium juga digunakan untuk penyelaman yang dalam.


Jadi, bagaimana agar tetap aman dan menghindari risiko menyelam?

Perlu diingat bahwa menyelam dibawah air memiliki batas dan resiko. Seorang penyelam profesional bersedia untuk mengambil resiko tersebut. Penting untuk diingat bahwa scuba diving rekreasi atau biasa disebut dengan fun diving adalah untuk kepentingan bersenang-senang. Penyelaman antara 10 sampai 40 meter bisa menunjukkan dunia indah yang pernah dieksplorasi oleh Cousteau. Kedalaman ini memiliki keuntungan yang memberikan penyelam dengan cahaya yang lebih baik, warna dan kehidupan laut. Oleh karena itu pada program kursus diving selalu dijelaskan secara detail cara penyelaman yang sehat dan terhindar dari penyakit dekompresi pada sesi PAP. Bagi anda yang belum yakin atas kemampuan anda kami sarankan mengikuti program belajar diving terlebihdahulu.

Resources : http://www.scubadivingsurabaya.com/2011/10/udara-yang-digunakan-untuk-bernafas.html



Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :


1 comments:

cinta laut mengatakan...

Pantasan ketika menghirup udara pada awalnya terasa enak, namun setelah 30 menit keatas tenggorokan mulai kering. apa ada pengaruhnya ya...!!!

Posting Komentar

Komentar anda akan dimoderasi oleh admin.