Selasa, 28 Februari 2012

Apakah Aman menyelam ketika hamil?

Scuba Diving - Banyak penyelam SCUBA perempuan ragu untuk tetap menyelam ketika mengetahui dirinya hamil. Mereka tidak yakin apakah dapat terus menekuni menyelam sebagai hobi yang mereka cintai. Ketika artikel ini dibuat masih belum ada penelitian konklusif yang membahas apakah menyelam dapat menghambat perkembangan janin. Namun ada banyak alasan untuk tetap berhati-hati sebelum memutuskan tetap menyelam ketika hamil. Alasan utamanya adalah semua ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk bayinya. Tapi alasan tersebut bukan untuk memutuskan berhenti menjadi seorang penyelam scuba untuk selamanya. Mari kita lihat beberapa alasan pro dan kontranya.


Ada beberapa manfaat yang didapatkan berada di dalam air ketika hamil. Tubuh akan mendapatkan tekanan didalam air yang akan meringankan rasa sakit yang datang ketika hamil. Tekanan air juga dapat mengurangi bengkak pada persendian dan juga mengurangi sakit pada otot. Mungkin yang paling penting, jika si ibu gembira, maka akan memiliki efek emosional positif pada perkembangan bayinya. Melakukan kegiatan yang dicintai dapat membuat Ibu merasa senang dan menghasilkan hormon endorfin positif. Ada juga teori yang menyatakan perkembangan bayi dalam kandungan dapat mempengaruhi kepribadian anak setelah ia lahir.

Wanita hamil sering merasa tidak mempunyai kesempatan untuk bebas dari rasa nyeri, aktivitas berenang mampu sedikit melupakan rasa nyeri tersebut. Banyak perempuan yang tetap berolahraga ketika hamil, akan lebih mudah untuk kembali ke bentuk tubuh semula setelah melahirkan anaknya. Ada beberapa alasan bahwa menyelam bisa menimbulkan resiko bagi perkembangan bayi yang bisa dijadikan dasar kuat untuk sementara memutuskan berhenti dari segala aktifitas menyelam selama hamil. Salah satu kemungkinannya adalah proses keluarnya nitrogen dari tubuh dapat menggangu perkembangan bayi dalam kandungan. Bayi dalam kandungan menerima kebutuhan oksigen melalui plasenta, paru-paru bayi dalam kandungan belum berfungsi sehingga tidak bisa menyaring gelembung udara seperti paru-paru orang dewasa. Ini berarti gelembung udara yang terbentuk akibat penyelaman bisa lebih mudah mencapai organ vital bayi dalam kandungan, sehingga memungkinkan bisa timbul sejumlah komplikasi pada bayi dalam kandugan. Namun karena ada beberapa resiko yang mungkin bisa timbul akibat kegiatan menyelam, maka sebaiknya snorkeling bisa dijadikan alternatif yang tepat untuk tetap menekuni hobi olahraga air selama hamil.

Sebagaimana dinyatakan di awal artikel ini, bahwa belum ada bukti yang meyakinkan aktifitas menyelam akan mengganggu perkembangan kehamilan ibu dan perkembangan bayi dalam kandungannya. Pengujian hal ini sangat tidak etis bila dilakukan pada ibu hamil. Mungkin saja ada pengujian yang telah dilakukan pada domba yang sedang hamil. Namun hasil uji pada binatang binatang belum tentu sama dan berbanding lurus dengan manusia. Hanya dokter yang dapat memastikan informasi yang paling akurat tentang resiko diving ketika hamil, yang pasti resiko yang bisa terjadi adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari normal, cacat lahir, dan masalah pernapasan. Seperti halnya kegiatan lain yang dapat dilakukan ketika hamil, berpikir dan sadar akan risiko demi keamanan perkembangan bayi dalam kandungan adalah prioritas nomor satu.

Bagi anda yang ingin sekedar mencoba scuba diving bersama teman-teman dapat mengukuti Program Belajar Diving Surabaya setelah itu dapat melanjutkan mengikuti Program Kursus Diving Surabaya untuk mendapatkan sertifikasi diving berstandart internasional.



Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :


0 comments:

Posting Komentar

Komentar anda akan dimoderasi oleh admin.