Tips dan Trik Diving - Belajar diving lebih mudah daripada belajar berenang. Mengapa demikian? jawabannya gampang saja, mudah mana mengapung di permukaan air atau tenggelam di dalam air? Namun kenyataannya kita akan kesulitan untuk tenggelam ketika sudah memakai peralatan scuba. Oleh karena itu diperlukan weight belt alias sabuk dengan pemberat/timbel yang terbuat dari bahan timah. Kebutuhan pemberat setiap orang berbeda-beda. Artikel ini akan membahas tentang tips menentukan ukuran pemberat pada weight belt.

Scuba Weight Belt
Scuba Weight Belt
Kebutuhan jumlah pemberat tiap diver berbeda-beda. Jika kurang pemberat, kita akan kesulitan tenggelam. Kalaupun kita bisa tenggelam dengan pemberat yang kurang maka kita akan mengalami kesulitan ketika harus mempertahankan posisi tubuh di kedalaman 5m (safety stop). Lalu bagaimana jika membawa pemberat yang banyak supaya mudah tenggelam? hasilnya jika terlalu banyak membawa pemberat, tubuh anda akan terasa berat dan gerakan anda menjadi lamban atau tidak lincah ketika diving. Selain itu konsumsi udara anda juga makin banyak sehingga persediaan udara anda akan habis lebih dulu dari rekan anda.

Beberapa prinsip dasar penentuan jumlah pemberat yang dibutuhkan penyelam adalah sebagai berikut :
  1. Penyelam harus dapat dengan mudah tenggelam secara perlahan-lahan dan tidak turun dengan cepat seolah-olah seperti tertarik gaya grafitasi bumi. 
  2. Penyelam harus dapat berenang dengan mudah dan tidak terlalu banyak mengkonsumsi udara ketika menyelam. 
  3. Ketebalan wetsuit yang digunakan penyelam mempengaruhi jumlah pemberat. Semakin tebal wetsuit semakin banyak pemberat yang harus dibawa. 

Sebenarnya ada rumus yang mudah untuk menentukan jumlah pemberat yang diperlukan yaitu 10% dari berat badan penyelam. Sebagai contoh jika berat badan penyelam 55kg maka jumlah pemberat yang dibutuhkan adalah 5,5 kg. Pemberat yang tersedia untuk diving adalah kelipatan 1 kg jadi penyelam tersebut bisa menggunakan jumlah pemberat 6 kg (pembulatan keatas) atau 5 kg (pembulatan kebawah). Lalu mana yang dipilih hasil pembulatan ke atas atau pembulatan ke bawah? Jika diasumsikan anda menyelam di laut (air asin) dan menggunakan wetsuit 3mm serta masih belum menguasai teknik bouyancy maka untuk amannya gunakan hasil perhitungan rumus dengan pembulatan ke atas. Sebaliknya jika anda sudah menguasai teknik bouyancy maka menggunakan hasil perhitungan rumus dengan pembulatan ke bawah tidak akan masalah. Jika anda menggunakan wetsuit dengan ketebalan 0,5mm atau 1,0mm maka anda bisa kurangi 1 kg dari hasil pembulatan ke bawah.

Penentuan jumlah pemberat hanya berdasarkan hasil perhitungan rumus bisa saja tidak valid. Oleh karena itu sebaiknya setelah mendapatkan jumlah pemberat dengan perhitungan rumus maka cobalah tips berikut ini (hasil percobaan di air tawar tidak akan sama dengan di air laut) :
  1. Gunakan seluruh peralatan scuba (masker, snorkel, fin, BCD, regulator dan tabung dengan tekanan udara penuh 3000psi atau 200bar). Gunakan weight belt dengan jumlah pemberat sesuai perhitungan rumus diatas kemudian inflate BCD sehingga anda bisa mengapung dengan santai dalam posisi berdiri tanpa menggerakan kaki (permukaan air dibawah dagu). Jangan gerakan kaki, karena gerakan kaki menggunakan fin akan menyebabkan tubuh anda terangkat keatas.
  2. Tarik napas dengan normal dan tahan. Angkat deflator di atas kepala dan tekan tombol deflate untuk membuang udara yang ada di dalam BCD secara perlahan-lahan. Jika anda membuang nafas maka jangan tekan tombol deflate. Tahan nafas lagi dan tekan tombol deflate hingga permukaan air mencapai diperbatasan ubun-ubun dan rambut anda. 
  3. Jika udara di BCD sudah habis dan kondisi paru sedang menahan nafas sedangkan permukaan air masih belum mencapai perbatasan rambut dan ubun-ubun, berarti jumlah pemberat yang anda gunakan masih kurang. Anda perlu menambah 1 kg lagi dan kembali ke langkah 1. Jika ternyata udara di BCD masih banyak dan anda cenderung tenggelam walaupun nafas sudah anda tahan berarti jumlah pemberat yang anda gunakan terlalu banyak. Kurangi 1 kg dan kembali ke langkah 1.
  4. Ketika permukaan air sudah di perbatasan rambut dan ubun-ubun maka hembuskan nafas untuk mengosongkan udara di paru, saat itu anda harus tenggelam secara perlahan dan ketika menarik nafas lagi maka anda berhenti tenggelam. Jika ternyata anda tidak tenggelam maka ulangi tarik nafas dan hembuskan untuk mencoba lagi. Jika ternyata anda masih tidak tenggelam berarti perlu menambahkan pemberat 1 kg lagi dan kembali ke langkah 1.
Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah pemberat yang ideal untuk tiap penyelam. Jumlah pemberat yang digunakan di weight belt sangat mempengaruhi kenyamanan diving. Anda harus mengetahui dan hafal kebutuhan jumlah pemberat untuk anda sendiri di setiap lingkungan penyelaman sepeti air tawar atau air asin.

Anda juga harus memeriksa ulang kebutuhan pemberat jika sudah lama tidak menyelam. Kesalahan membawa jumlah pemberat akan memunculkan resiko diving seperti susah berenang, turun terlalu cepat  hingga menabrak karang di dasar laut, konsumsi udara boros dan cepat habis serta makin lama menyelam cederung makin naik ke permukaan.

Teknik bouyancy akan diajarkan secara detail ketika anda mengikuti Program Kursus Diving Surabaya. Jika anda hanya ingin mencoba belajar diving di kolam renang bisa mengikuti Program Belajar Diving Surabaya. Sedangkan jika anda tinggal di kota Surabaya dan sekitarnya ingin mencoba diving langsung di laut dengan murah, saatnya anda mencoba program scuba discovery di Pasir Putih Situbondo.


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :