Selasa, 19 Februari 2013

Terpisah Dengan Dive Boat

Resiko Diving - Pernahkah Anda terbayang sebelumnya ketika naik kepermukaan setelah diving ternyata tidak menemukan dive boat yang Anda sewa? Mungkin saja dive boat tersebut terkendala mesin rusak sehingga terombang-ambing ombak hingga menjauh dari lokasi diving Anda atau mungkin Anda terkena arus bawah laut ketika menyelam sehingga keluar dari zona penyelaman yang sudah disepakati dengan kru dive boat sebelumnya. Artikel ini akan membahas tentang trouble diving yang mungkin terjadi akibat dari terpisah dengan dive boat setelah aktifitas penyelaman.

Safety Sausage - Diver Below
Resiko terburuk adalah Anda hanyut hingga ke tengah lautan lepas sehingga susah untuk menemukan dive boat yang Anda sewa alias Anda hilang ... OOOhhhhhh menakutkan sekali bukan? Terombang - ambing ombak di tengah laut (mungkin saja hingga malam hari) bahkan jika terlalu lama maka resiko dehidrasi bisa saja muncul akibat dari kurang minum.

Namun trouble diving ini terjadi bukan tanpa sebab yang jelas dan tanpa solusi untuk mengantisipasi maupun menghadapinya. Penyebab terjadinya permasalahan ini sebagai berikut :
  1. Menyelam saat cuaca buruk.
  2. Menyelam di dive spot penuh tantangan sedangkan jam menyelam si Penyelam yang masih kurang banyak dan skill dasar si Penyelam juga kurang terlatih.
  3. Menyelam disaat low visibility (jarak pandang pendek) sehingga Penyelam kesulitan navigasi bawah air.
  4. Gelombang ombak tinggi bisa menyulitkan kru dive boat mengikuti arah penyelaman si Penyelam atau pandangan kru dive boat terganggu ombak sehingga obyek kepala Penyelam yang hanya beberapa cm dari permukaan air tertutup ombak akan sulit terlihat.
  5. Minimnya pengetahuan penyelam tentang prosedur safety diving dan Penyelam meremehkan atau tidak mengenali medan dive spot yang akan diselami.
  6. Buruknya buddy system sehingga sering terpisah dari rombongan penyelam.
Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menghindari trouble diving akibat terpisah dengan dive boat setelah diving adalah :
  1. Eksplorasi lebih dalam kondisi alam dive spot yang akan Anda selami, bertanyalah pada Dive Center Profesional di daerah tersebut atau Dive Master lokal tentang tantangan alam di daerah yang akan Anda selami. 
  2. Bila perlu browsing di Internet untuk mencari berita tentang trouble diving terburuk yang pernah terjadi di lokasi tersebut, bertanya via forum online, atau bertanya melalui social media juga bisa menjadi alternatif.
  3. Ukur kemampuan diri dan tidak hanya mengandalkan kemampuan buddy atau dive master. Jujur pada diri sendiri atas skill individu yang sudah dikuasai.
  4. Tidak memaksa menyelam pada saat cuaca sedang buruk.
  5. Menyelam dengan menyewa Dive Master Profesional dari warga lokal yang lebih mengenali kondisi alam di daerah tersebut.
  6. Secara individu bawa peralatan sekunder untuk keperluan signal dan keamanan diving antara lain SMB (Surface Marker Buoy) atau "safety sausage", cermin, peluit, senter selam, clip buddy pairing, kompas selam. 
Jika trouble diving ini terjadi maka lakukan segala upaya untuk memberikan signal kepada dive boat yang Anda sewa atau dive boat lain yang tampak pada pandangan mata Anda maupun pesawat yang sedang melintas sebagai berikut :
  1. Gunakan Surface Marker Buoy (SMB) atau "safety sausage", bentuknya seperti sosis yang panjangnya lebih dari 1 meter dan berwarna mencolok (kuning/orange/merah). Berdirikan SMB supaya kru dive boat akan lebih mudah melihat Anda dipermukaan laut yang bergelombang tinggi.
  2. Jika terjadi pada siang hari, gunakan peluit untuk menarik perhatian dive boat disekitar Anda namun jika jarak terlalu jauh signal suara kurang berguna, maka beri signal cahaya dengan menggunakan cermin. Pantulkan cahaya matahari ke arah dive boat atau kapal yang Anda lihat.
  3. Jika terjadi pada malam hari atau hari sudah gelap maka gunakan senter untuk mengirim signal ke dive boat atau kapal lain yang sedang lewat.
  4. Jika Anda hanyut bersama buddy atau penyelam lain maka sebaiknya lakukan buddy pairing (saling mengikat) supaya tidak terpisah.
  5. Jika bibir pantai tampak pada pandangan Anda maka lakukan usaha yang keras untuk berenang ke tepi pantai.
  6. Tetap tenang, simpan tenaga dan jangan panik hingga bantuan datang.
Artikel ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti pembaca namun sejatinya tidak ada kegiatan yang tidak beresiko meskipun itu hanya mengendarai mobil di jalan raya. Ancaman-ancaman resiko mungkin saja terjadi jika kita melakukannya dengan sembrono. Oleh karena itu jika Anda tertarik untuk mencoba scuba diving, maka sangat disarankan mengikuti program sertifikasi diving atau kursus diving terlebih dahulu sebagai proses transfer experiences dan knowledge tentang prosedur diving yang aman. Tetap berlatih skill dasar yang sudah Anda pelajari di kolam renang atau perairan dangkal (5m) dan tentu saja update materi tambahan tentang diving melalui internet atau media lain.

#BeDiver
Twitter Follow us @ScubaSby
Facebook Page Belajar Diving Surabaya 
Invite Us Pin BB 2A57D6F7

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :

0 comments:

Posting Komentar

Komentar anda akan dimoderasi oleh admin.