Minggu, 11 Maret 2012

Deep Diving

Apa yang dimaksud dengan deep-diving?

Perasaan seorang penyelam pemula ketika berpikir tentang penyelaman dalam atau deep-dive terkadang akan bercampur-aduk menjadi satu antara rasa gembira dan takut. Penyelaman dalam atau deep-dive tentu saja menarik dan yang pasti harus menjaga kesehatan mengingat banyak resiko yang bisa terjadi.



Seberapa dalamkah kedalamannya?

Para penyelam memiliki asumsi yang berbeda tentang aktifitas menyelam yang dikategorikan sebagai deep-dive. Penyelam air terbuka (Open Water Diver) memiliki sertifikat untuk menyelam sampai dengan kedalaman 18 meter dan penyelam air terbuka tingkat lanjut (Advanced Open Water) besertifikat menyelam sampai kedalaman 30 meter. siswa yang menjadi bagian dari Advanced Open Water akan menyelesaikan penyelaman deep-dive sampai ke kedalaman 30 meter, jadi untuk seorang penyelam Advanced Open Water berapapun kedalamannya selama lebih dari 18 meter, sudah bisa dikatakan dalam. Penyelaman rekreasi (fun-dive) memiliki batas kedalaman 40 meter, dan para penyelam ini memang sudah dilatih untuk turun di kedalaman tersebut. Deep-dive biasanya dilakukan pada kedalaman sekitar 30 sampai dengan 40 meter.

Mengapa menyelam begitu dalam?

Alasan utama deep-dive adalah untuk melihat hal-hal yang tidak dapat anda temukan di kedalaman yang dangkal. Reruntuhan biasa ditemukan berada di kedalaman 30 meter. Perlu anda ketahui bahwa kehidupan laut memiliki habitat yang berbeda di setiap kedalaman. Terumbu karang tropis, dapat dengan mudah ditemukan dalam kondisi yang baik di kedalaman yang jauh, ini dikarenakan sedikitnya penyelam dan cahaya matahari. Ikan dan makhluk hidup lainnya lebih memilih kedalaman yang lebih dalam lagi. Penyelaman dikedalaman yang dalam akan mendapat tantangan yaitu jarak pandang yang kurang baik karena kurangnya sinar matahari. Untuk keperluan fotografi bawah air biasanya penyelam membawa lampu (strobe).

Kekhawatiran pada deep-diving.

Deep dive merupakan aktivitas yang sangat aman dilakukan seperti halnya pada fun-diving, selama tindakan pencegahan terhadap kemunculan resiko telah dilaksanakan dengan benar. Kekhawatiran utama dalam aktivitas ini adalah decompression-sickness, konsumsi udara yang cepat dan narkosis nitrogen. Pada kedalaman yang dalam peluang terjadinya decompression-sickness bertambah seiring dengan meningkatnya tekanan air. Pastikan bahwa anda sudah membuat perencanaan selam yang matang serta naik ke permukaan secara perlahan, prosedur tersebut bisa mencegah terjadinya resiko dari deep-diving. Beberapa penyelam percaya dengan menambahkan prosedur pemberhentian deep-stop diluar safety-stop normal selama kurang lebih tiga menit, dapat mengurangi peluang terjadinya decompression-sickness. Namun sebagian kalangan medis sampai saat ini masih ragu tentang kebenaran prosedur pemberhentian tersebut.

Selalu memeriksa indikator perangkat pengukur tekanan (console) sangat penting pada penyelaman, karena pada penyelaman dengan kedalaman yang dalam konsumsi udara lebih cepat dari biasanya. Penggunaan sumber udara cadangan seperti tabung kecil bernama pony-bottle atau drop-tank sangat direkomendasikan guna mencegah kondisi menipisnya cadangan udara. Drop-tank adalah tabung kecil yang dilengkapi dengan regulator, biasanya digantung di kapal dengan jarak sekitar 5 meter dari permukaan air sehingga mempermudah para penyelam menggunakannya pada saat pemberhentian.

Pertimbangan yang ketiga dalam deep-dive adalah narkosis nitrogen. Udara yang kita hirup mengandung 79 Nitrogen, sebuah gas lamban yang bila dibawah tekanan normal tidak memiliki dampak bagi tubuh kita. Pada saat kita menyelam peningkatkan tekanan air juga menambah tekanan parsial Nitrogen, ini berarti bahwa Nitrogen memiliki dampak dari meningkatnya konsentrasi nitrogen dalam tubuh. Nitrogen yang mengalami peningkatan ini mempengaruhi sinapsis di dalam otak kita dan membawa perasaan yang hampir sama dengan mabuk. Orang yang terserang Narkosis nitrogen bisa berbeda-beda berdasarkan kedalamannya, tetapi biasanya mulai berdampak pada kedalaman sekitar 15m dari permukaan air. Efek yang pertama kali dirasakan oleh penyelam antara lain jari kesemutan, respon pikiran lambat, pusing, disorientas dan terganggunya pengambilan keputusan. Kebanyakan penyelam melaporkan bahwa dampak dari narkosis nitrogen terjadi pada kedalaman melebihi 30 meter. Semakin dalam anda menyelam semakin besar pula dampaknya. Narkosis nitrogen tidak menimbulkan resiko kesehatan dalam jangka panjang, dan semua gejala-gejala tersebut secepat mungkin akan menghilang setelah penyelam naik ke permukaan air.

Kursus Deep-diving

Kursus diving hanya terbatas pada penyelaman sedalam 18 meter, setelah itu baru bisa menyelasaikan kursus deep-diving. Pelatihan khusus ini terdiri dari Empat penyelaman dengan kedalaman 18 dan 40 meter. Kursus ini juga membahas tentang perencanaan penyelaman deep-dive serta narkosis nitrogen, serta praktek menggunakan pony-bottle atau drop-tanks serta bagaimana melakukan pemberhentian deep-stops. Beberapa uji coba untuk menguji dampak narkosis biasanya dilakukan oleh instruktur, dan bisa dikatakan anda hampir pasti akan merasakan dampaknya saat menjalani kursus diving. Penyelam yang telah memperoleh sertifikat diijinkan untuk menyelam sampai kedalaman 40 meter. Penyelaman dikedalaman yang melebihi 40 meter merupakan bidang dari technical-diving.

Seberapapun besar resikonya selalu ada cara untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kursus diving surabaya merupakan salah satu kursus diving yang bisa menjadi jawaban dari semua pertanyaan yang ada di benak anda saat ini tentang hobi scuba diving. Bagi beberapa penyelam menaklukan kedalaman adalah misteri besar yang harus dijawab.


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel scubadivingsurabaya.com secara gratis melalui email :


0 comments:

Posting Komentar

Komentar anda akan dimoderasi oleh admin.